Accidently In Love, Prologue

Ini adalah satu dari sekian banyak failed English fanfc gw, gw udah tulis beberapa chapter, tapi terhalang keterbatasan bahasa Inggris gw. Gw bakal post semua chapter yang udah gw tulis dalam bahasa Inggris, dan kalau ada yang baca (comment) , gw bakal terusin fanfic ini dalam bahasa Indonesia. ^^ Enjoy!!
===================================================================================

She walked through the mobbed student, straight to the cafeteria her friend told her earlier, where she can find the person who’s the photo secured in her right hand.

“This person better be good, or I really have to drop my dream..” she muttered under her breath.

She finally made it to cafeteria, she pushed the swinging door with a loud BLAM, but no one notice her, it’s not her fault, she just tried to stick with her current role.
She spotted her target; sit across her with bunch of girls seductively glancing over him constantly while he busied him self with, whatever it is in his hands.

She walked straight to him with clicking came from her so-called-formal-shoes, she herself surprised that those crap could clicking this loud, maybe because the floor.
She stopped rite beside his table, she could see that he has finished his meal, and busied him self checking the newest issue of For Him Magazine, she rolled her eyes, this guy is pathetic. She spread her legs apart, parallel to the width of her slender shoulders. For a second she contemplating the decision she has made, maybe this isn’t the best decision she made, but atleast she tried, she won’t give up her childhood dream that easily, not when finally her family support her.

She bent her upper to the table, slammed it gently with her hand placing his photo and a piece of paper but hard enough for him to notice. He tilted his head, looking annoyed. Suddenly the buzzing sound of the crowd died, all the eyes were all over her, and her… appearance.

“You have exactly 14 days to play me” she said just to hear the girls gasping, some with miserable tone, while the rest is drenched with jealousy.

He gave nothing to respond her, his mind was occupied with the presence of weird looking woman in front of him. She was wearing the ugliest attire he could think a girl would wear, her hair was tied into 2 braided bun hung stupidly over her slender shoulder, at least her shoulders looked fine, he could spot freckles in her both cheeks, the worst part is, she IS a weird, ugly nerd. You know, that typical of nerds. Wear glasses that are to big as if they could hide their ugly faces behind their glasses. Ugly Betty is just a perfect pet name for her.

And she said he have 14 days to play her, SHE THINK SHE WAS DESERVE ENOUGH FOR HIM TO PLAY WITH??

He just gave her a smirk, a smirk that girls willing to kill for.

“Do whatever it takes to make me FALL for you, and snapped me out like you did to the other girls you have played; to make it easier, BREAK MY HEART” she managed to say those with one breath, of course she was, she is the brightest star in acting and drama major after all.

He snapped his head upon hearing her last statement, he shocked. He took a glance over a piece of paper lied in his table, there was her number written down.

“Ccffftt..” he scoffed, followed with another smirk, what the hell is this girl thinking? He sent a glare signaling that he turned her down.

Apparently this girl was not budging with his signal, she gave a smirk, he surprised, this girl knows how to smirk? To add his surprised state, she turned her heels a perfect 180° and started to take off, leaving him in a blank face.

It took 3 firm steps before she finally realize something, she turned around, “By the way my name is Go Hana, nice to meet you,,,Kwon Jiyong” she smiled awkwardly, just like ugly betty would gave.

=*=*=*=*=*=*

“Hyung, is it just my ears that deceiving me, or I really heard that ugly thing said that she was Go Hana?” Seungri’s eyes widened.

Wait, Seungri? What the hell he was doing here anyway, he’s not this university student.

“Maknae, what are you doing here? And stop popping out of nowhere giving me a heart attack!!” Seunghyun clutching his hand on his chest, while his other hand slapped Seungri’s back head.

“How do you know that this Go Hana girl is famous?” Youngbae asked curiously, forgetting the fact that the women earlier might not Go Hana.

“D’oh Hyung, she is the brightest star in Acting and drama major in our, I mean, my soon to be university! How could you don’t know her?” Seungri looked at Youngbae with mixed expression, disbelieve because he doesn’t know Go Hana, and pity because his hyung is still afraid to opponent sex.

“What Youngbae hyung implied is, how do you even know Go Hana when you’re not even a student here?!” Daesung finally spoke up, irritated over his dongsaeng expression towards Youngbae hyung, this young man over here cross over the line sometimes.

“Oh, that..” Seungri smiled sheepishly, “I’m a fan of Go Hana nunim actually, I often saw her practice in hall C. Hyung is that Go Hana Nunim’s number? Share it with me hyung!” Seungri excitingly bouncing up and down looking hopefully to his respective hyung.

“If she IS Go Hana, she seems like a real challenge..” Jiyong gave his infamous smirk, a smirk that yells –I’m the man, bro-, “and no Seungri, I won’t share her number, this is only a game for two, Go Hana vs Kwon Jiyong” Jiyong said thoughtfully, more to him self as he grabbed the piece of paper leaving his photo on the table and leave. The rest followed him without being told to. Little they know, the girls that has been snickering since he had his lunch run over the table he and the other 4 has left two minutes earlier, bickering over the photo. Read more!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Rings

Jiyong sejenak menatap dua cincin ditangannya. Ditimangnya kedua cincin tersebut, berpikir untuk memilih salah satu dari kedua benda tersebut, namun masih tak yakin.

“Bae.. Sebaiknya aku pilih yang mana?” tanyanya pada Youngbae.

Youngbae mengambil satu dari cincin itu, melihatnya lekat-lekat lalu menaruhnya kembali, dan melakukan hal yang sama pada cincin ke dua.

“Yang ini..” katanya sambil mengangkat cincin yang pertama.

Jiyong kemudian mengamati cincn yang ditunjuk Youngbae, “Apa ga terlalu simple? She’s special Bae.. You’ll need something special for some one special..”

“Duh! Kalau gitu cincin yang satunya..” kata Youngbae kesal karena sudah hampir setengah jam Youngbae menemani sahabatnya itu memilih cincin.

“Yang ini??” kata Jiyong sambil mengangkat cincin lainnya. “Hhhhmmm.. I dunno Bae, she doesn’t like something too extravagant.. ”

“Oh, whatever Ji..” ucap Youngbae sudah merasa lelah.

Youngbae tahu bahwa Jiyong sangat mencintai orang yang ingin dia belikan cincin, selama ini orang ini lah yang mendukung Jiyong, baik saat susah maupun senang, Youngbae sendiri sangat menghargainya, namun kali ini Jiyong sudah membuatnya naik darah, toko cincin ini merupakan toko cincin ke empat, tunggu.. kelima, yang mereka datangi, dan lagi-lagi Jiyong hanya menimang-nimang cincin, lalu mengembalikannya lagi dengan berbagai macam alasan.

“Pindah saja yuk!” ajak Jiyong tak tau malu, dengan segan Youngbae membungkuk ke arah SPG yang dari tadi dengan sabar melayani Jiyong yang amat rewel dan meminta si SPG mengambilkan setiap cincin yang ia tunjuk.

“Ji.. ini yang terakhir.. aku sangat lelah, dan besok masih ada latian dance buat come back ku, bukannya kau juga ada training buat concert mu?”

“Yes Bae, but she is special!” jawab Jiyong singkat sambil berjalan masuk kesebuah toko cincin.

“Sangat special bahkan kalau perlu aku rela mengorbankan apapun didunia ini, Bae” lanjut Jiyong setelah Youngbae berhasil menyusulnya sambil mengamati puluhan cincin yang tersusun rapih di etalase.

Setelah berkali-kali mengamati cincin-cincin tersebut berkali-kali, dan sempat diomeli Youngbae, akhirnya Jiyong menunjuk 5 cincin favoritnya.

“Oke.. sekarang jadikan 3 besar.. menurutmu? Kalau ini di eliminasi?” tanya Jiyong sambil menunjuk satu cincin emas bertahta berlian.

“Whateves.. as if you’ll listen my judgement..” ujar Youngbae males-malesan.

“Kalau yang ini??” katanya menunjuk cincin tipis bermata tiga, Youngbae hanya mengendikkan bahunya.

“Baiklah! Tinggal tiga.. yang mana yang paling bagus??” ujar Jiyong lagi yang kali ini di acuhkan Youngbae.

Jiyong manghabiskan waktu selama hampir 20 menit untuk memilih satu diantara ketiga cincin yang ia ingin beli, sementara Youngbae yang bosan, melihat-lihat sekeliling toko.

“Bae!!” Panggil Jiyong tiba-tiba.

“Lihat ini, bagus tidak?” Jiyong menyodorkan sepasang cincin emas putih berukir tribal, simple namun elegan, khas Jiyong.

“Bagus..” respon Youngbae singkat, Jiyong tersenyum lebar.

“Miss, saya ambil yang ini.. Tolong tulis namanya ya..” kata Jiyong pada SPG.

“Baik, tuan muda.. Silahkan tulis disini, lalu tunggu 10 menit saja.” Kata si SPG ramah sambil menyodorkan kertas kepada Jiyong.

Sepuluh menit kemudian, Jiyong kembali dari membeli makan siang sebagai sogokan kepada Youngbae yang dari tadi mengomel.

“Kalau kau tak membelikanku makan siang, mungkin aku betul-betul akan marah Ji..” Ujar Youngbae sebelum memasuki toko lagi.

“Kenapa?? Kan kau juga senang, sambil lihat-lihat perhiasan untuk.. siapapun itu..” bela Jiyong, namun kemudian sadar bahwa Youngbae tak punya pacar.

“Soalnya..” kata Yongbae sambil menunjuk plang nama toko, “ini toko pertama yang kita datangi!!”

“Oh ya??” Jiyong mendongak, “Hehehe..”

Sesampainya di etalase, Jiyong langsung mengambil cincin yang tadi ia beli, lalu mengamati tulisan didalamnya, dan tersenyum puas.

Dengan perasaan yang membuncah ia ia menaruh kembali cincin tersebut di kotak pink berbentuk hati, lalu meminta kartu kepada SPG dan menulis..

Happy Anniversary, Mom & Dad.. Love, your ever handsome son, Kwon Ji Yong

Sekali lagi ia melirik tulisan didalam cincin itu, “Kwon Hyun Seung & Park Sun Jae, foreverRead more!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kwon Leadah, Fashion Leadah~



ngapngapan dah ah ngeliat ini..


Read more!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Yours

Daesung selalu berpikir bahwa menjauh darinya akan membuatnya lupa akan setiap lekuk dari wajah dan tubuhnya. Daesung selalu berpikir jika ia menghindari untuk bertemu dengannya, ia akan melupakan suara tawa renyahnya dan senyum gemasnya saat melihat Gaho atau Boss. Daesung kira memori akan betama sinar matanya berubah menjadi ceria saat Daesung berada didekatnya akan terhapus, dan sentuhan hangatnya akan tak terasa lagi. Namun bukan hanya Daesung yang sadar, seluruh dunia juga mengetahuinya, bahwa Daesung salah besar.

“Sebaiknya kau temui dia saja..” Youngbae menasihatinya suatu saat.

“Kalian ini aneh..” Jiyong hanya menggelengkan kepala.

“Hyung.. bagaimana kalau nuna diambil orang??” Seungri berusaha menanamkan pikiran negative.

“Yah! You hurt my baby cousin, you’ll be a dead meat, Dae..” ancam Seunghyun.

Namun toh, Daesung tak juga membuat gerakan, ia masih berusaha menjauh, menata hatinya sendiri, dan mengawasinya dari jauh. Daesung belum berani bertatap muka langsung dengannya, karena entah sejak kapan, melihatnya berada dalam radius satu meter didepannya membuat hatinya dipenuhi dengan ekspektasi, apa yang akan dia katakan pada Daesung? Apa yang akan dia lakukan setelah bertatap muka dengan Daesung? Apakah hari ini ia akan menertawai joke-joke Daesung? Entah sejak kapan ia menjadi gagap setiap menatap langsung matanya, yang membuat ia semakin lebar tersenyum dan menempelkan tangan kanannya ke pipi Daesung yang langsung memerah dan bertanya, “Are you okay?” tiga kata yang yang entah kenapa membuat jantung Daesung seperti mau meledak. Entah sejak kapan Daesung selalu mengawasi pergerakan bibirnya, ia menggigit bibir bawahnya saat bosan atau ketakutan, ia menjilat bibir bawahnya saat ia rasa bibir bawahnya mengering atau sedang berpikir.

Daesung selalu menolak berpikir bahwa perlakuannya kepada Daesung berbeda daripada yang lain, istimewa. Saat Daesung ulang tahun, ia member Daesung birthday cake yang ia buat sendiri, Tapi dia pun memberi Youngbae hyung topi, dan kue. Saat nasib naas menimpa Daesung dan mobil yang ia tumpangi terbalik yang mengharuskan Daesung menjalani rawat inap dan mendapat beberapa jahitan, ia adalah orang pertama yang menangis sesenggukan dan ketakutan akan kehilangan Daesung, dan selama 3 minggu berturut-turut tak pernah sekalipun ia absen mengunjungi Daesung, sekedar membawakan kimbab, atau komik doraemon untuk menemani Daesung saat bosan, Dan waktu Seunghyun hyung masuk rumah sakit, dia juga yang pertama membesuk. Daesung selalu menolak pikiran bahwa ia memperlakukannya secara istimewa sebagai sinyal hijau, namun Daesung selalu berakhir pada kesimpulan, She’s nice to everyone, don’t think that you’re special, Dae.

Dan saat hati Daesung sudah berkata bahwa Daesung memang menaruh perasaan padanya, otak Daesung bekerja keras untuk menyangkal semua itu. Menyangkal rasa cemasnya saat ia terlambat sejam dari janji yang Bigbang buat untuk melepas enat di Lotte world, menyangkal rasa senangnya yang berlebihan saat melihat ia akhirnya datang tergopoh-gopoh sambil membawa topeng untuk Bigbang agar mereka tak dikenali, dan memberikan Daesung topeng Doraemon. Menyangkal perasaan ingin melindunginya saat Bigbang memaksanya naik Jet Coaster karena ia takut ketinggian, menyangkal keinginannya untuk memeluknya atau sekedar menggenggam tangannya saat ia menangis setelah turun dari Jet Coaster. Dan satu yang paling sulit otaknya lakukan, menahan keinginan untuk bertemu dengannya, karena otaknya tau begitu Daesung bertemu dengannya, ia tak dapat lagi menahan emosinya dan segera memeluknya.
Namun hari ini segala proteksi yang telah Daesung bangun hancur berantakan saat melihat pemandangan didepannya, kemarahan yang entah dari mana datangnya memuncak, dan Daesung tau bahwa itu bukan sekedar kemarahan, itu adalah kecemburuan.
Kyung il hyung menggenggam erat tangan Shinbi, jarak mereka sangat dekan, Daesung menahan keinginannya untuk memisahkan mereka. Kyung il hyung tiba-tiba mengangkat tangannya dan membelai pipi Shinbi.

“I like you, a lot.. mau jadi pacarku??” tanpa sadar Dasung sudah berjalan tergopoh kearah mereka. Belum sempat Shinbi menyatakan penolakannya, Daesung menarik lepas tangan Kyung il dari tangan Shinbi.

“I..I.. Daesung ah..!” tanpa banyak cakap Daesung, segera menarik Shinbi kearahnya, lalu berkata tegas kepada Kyung il.

“No she can’t.. coz she’s mine.. so back up hyung!” lalu menarik Shinbi menjauh dari Kyung il yang kebingungan.

Daesung menarik Shinbi dan terus berjalan meskipun Daesung juga bingung mau kemana kakinya membawa mereka, yang jelas, Daesung ingin membawa Shinbi menjauh dari Kyung il hyung, sampai-sampai Daesung lupa kewajibannya untuk take adegan selanjutnya untuk MV Koe Wo Kikashete.

“Daesung ah..” Shinbi memanggil Daesung untuk mendapat perhatiannya, namun gagal, Daesung terus melangkah.

“Dae..” tetap tak ada reaksi, Daesung tetep melangkah.

“Yah!! Kang Daesung!” bentak Shinbi akhirnya, dan menyentakkan tangannya. Daesung berhenti tepat didepan pintu keluar.

Sejenak mereka terdiam, Daesung berpikir keras tentang apa yang kan dia katakan, sementara Shinbi sibuk memijat pergelangan tangannya yang sakit. Melihat Daesung terus terdiam dan seakan baru sekali melihat lantai hingga Daesung tak melepaskan pandangannya, Shinbi memutar tubuhnya dan mulai meninggalkan Daesung. Shinbi kesal dengan perlakuan Daesung yang berubah menjadi dingin, sudah bosan Shinbi dengan pertanyaan”What did I do wrong?” yang terus berputar diotak Shinbi tanpa menemukan jawaban, dan sekarng tiba-tiba Daesung muncul dan meng-klaim bahwa Shinbi adalah miliknya. Meskipun hati Shinbi membuncah dengan kebahagiaan, perlakuan Daesung padanya tetap tak bisa ia terima. His on-off-on personality really getting on my nerves

Belum jauh Shinbi melangkah, ia bisa mendengar deru langkah kaki Daesung menyusulnya.
“Shinbi ah..” panggil Daesung.

Shinbi mendongak, melihat langsung ke mata Daesung. Meskipun tak lewat kata, Shinbi tahu betul apa yang ingin dikatakan Daesung, sementara melalui matanya, Shinbi terus member semangat.

Mereka berdua saling diam, menikmati kehadiran masing-masing, meskipun baru seminggu mereka menjaga jarak, kerinduan sudah membucah. Beberapa saat kemudian Daesung akhirnya berkata.

“Shinbi ah.. I.. I.. You know.. I..” Daesung rasanya ingin menampar dirinya sendiri karena kata-kata yang ingin dia ucapkan tak jua keluar, mulutnya tiba-tiba kering, jantungnya berdebar keras sampai-sampai Daesung takut kalau-kalau Shinbi bisa mendengar detak jantungnya.

“You know.. I.. We.. I mean..”

“What is it Dae??” potong Shinbi tak sabar, meskipun ia tahu apa yang ingin Daesung katakan, tapi Shinbi tetap ingin mendengar Daesung mengucapkannya.

“Eh, We.. as the two of us.. I mean.. I..” menarik nafas panjang, Daesung mengumpulkan keberanian untuk mengatakan apa yang salama ini otaknya larang.

“We’vebeentpgetherforsolongIknowyou’reSeunghyun’scousinand idontknowwhenexactlyifeltthiswaybutijustwan….” Kata Daesung dalam satu tarikan nafas, namun terpotong oleh Shinbi yang tiba-tiba menarik kerahnya dan menempelkan bibirnya ke bibir Daesung.

Meski awalnya kaget, Daesung yang tadinya tegang mulai menikmatinya, meskipun Shinbi hanya menempelkan bibirnya. It was just a peck. Setelah beberapa saat secara natural tangan Daesung mulai terkalung dipinggang Shinbi, menarik Shinbi untuk lebih dekat.

Setelah beberapa saat, Shinbi melepas genggamannya pada kerah Daesung, menarik bibirnya lalu tersenyum manis pada Daesung, “You talk too much Dae.. I’m yours, remember?”

Daesung tak pernah merasa selega ini dalam hidupnya, senyumnya mengembang lebar, kepercayaan dirinya terpompa, “So.. would you be my girl?” Shinbi hanya mengangguk dan tersenyum sebelum Daesung menempelkan bibinyake bibir Shinbi untuk membalas apa yang ia lakukan tadi.

Tangan kanan Daesung berada dileher belakang Shinbi, menekan kepala Shinbi agar tak menjauh.

They shared their very first official kiss..

“And I’m yours..” kata Daesung setelah melepas bibirnya. Read more!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

mocca flavored ice cream cone

“Huuuff.." she sighs deeply relieving her burdened though. Sitting there, in the swing at the park she usually visit with him to eat a mocha flavored ice cream cone while chatting away about everything.

She is there, sighing deeply as she stared at the 2 mocha flavored ice cream cone in both of her hands, her left foot kicking the ground weakly to make it swings. Once again she sighs.

Both of her mocha flavored ice cream cone begin to melt, dripping trough her fingers, but she has no plan to lick them off, not even a bit.

She kicked her left foot harder, but failed, she made a gush of dust flying away instead. Feeling annoyed, she kicks with both of her legs, but again nothing happened.

Why is everything against her will? Even a swing.

Frustrated over her own thought, she lowered her head, her hair covers her face.

And once again she sighs.

The mocha flavored ice cream cone is now staining her favorite white ruffled skirt.

But she does not even budge about it, she keep her head low.

Staring her own flat shoes, she noticed someone has just offers her a white handkerchief.

Still keeping her head low, she shifted her eyes to a pair of white chunks beside her own feet.

Without warning, she felt someone grabbed the melted mocha flavored ice cream cone from her right hand, and replace it with the white handkerchief she saw earlier.

Lifting up her head, she finds a boy around her age smiling widely, makes her wants to smile to, she give him a faint smile.

She takes the handkerchief and wipes the drop of the melting mocha flavored ice cream cone from her skirt.

But his hand stops her, she looks up to him “that’s for the tears..” he said.

She doesn’t even know that she cried, she’s the one who made the decision to dump her cheating boyfriend.

He sits him self comfortably in the swing beside hers than begins to licking the melted mocha flavored ice cream cone.

“My name is Kang Dae Sung..” he said once he stops licking, he turns his head to look at her, “I often sit here every morning after I done my jogging” he licks ‘his’ mocha flavored ice cream cone again, “I just moved here, emmm.. for about…. A month? ”

She smiles over his blunt way to introduce him self.

How could you just pop from no where, giving a handkerchief to some random girl that sitting alone in the swing at the park while mopping over her boyfriend?

“There! You just smiled, a full sincere smile!” he suddenly exclaimed happily just to make her smiles even wider.

“Jackpot! I’ve got two in a row!” and they laugh it out.

“You’re really a warm person, Kang Dae Sung shi..” she finally speaks, forgetting the still melting mocha flavored ice cream cone.

“I’m glad that I able to make you smile again.. I don’t like people sad..” she smiles again.

“will you be my friend Kang Dae Sung shi?” she, her self wondering where she got courage to ask a stranger to be her friend.

“No if you still stained with this not-so-good mocha ice cream..” and again, they laugh it off.

Slowly, they make conversation about everything, from there, Kang Dae Sung finds out that her name is Jung Mi Ra, and she just dumped her boyfriend.

Mi Ra also finds out that Dae Sung has just moved from his parents’ house to the apartment nearby with his 4 other friends to attend his university, 10 minutes away by bus.

They also find out that they feel comfort for each other, as cliché as its being told, they made a good couple.

They still visit the park and sit at the swings, but they don’t eat mocha flavored ice cream cone any more, but vanilla doraemon shaped ice cream, his favorite, and slowly become her favorite too.

Read more!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

asik asik gw punya blogger..

asiiikk.. ternyata gw punya blogger, mungkin bikinya waktu gw ngepost tugas PARHI, dan tak pernah dilanjutkan.

anyway, blog ini tak akan bercerita mengenai keseharian gw..

udah ada tempanya sendiri soalnya..
di ekyameliaputri.wordpress.com

blog walk kesono yah kapan2..

tadinya koleksi fanfic gw, gw post di WP juga, tapi gw memutuskan untuk memisahnya aja..
WP buat sehari2.. BS buat Fanfics..

s\ya gitu deh.. meskipun gw belom ngepost apapun disini..
well.. tunggu aja deh..

hehehe.. jangan lupa ngomen yah, biar gw tau apakah tuh fanfic perlu dilanjut ato engga.. Read more!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS